Hosting

Ji-sung Bawa Korsel Rajai Grup B


Berita Terpopuler Petiknews



BAWA KE PUNCAK Kapten Korea Selatan Park Ji-sung setelah mencetak gol indah ke gawang Yunani pada laga Grup B Piala Dunia 2010 di Nelson Mandela Bay stadium, Port Elizabeth, kemarin. Korsel menjadi jawara Grup B setelah menang 2-0 atas Yunani, sedangkan Argentina hanya menang 1-0 atas Nigeria.

PORT ELIZABETH(SI) – Korea Selatan (Korsel) untuk sementara menguasai Grup B setelah menaklukkan Yunani pada laga perdana di Nelson Mandela Bay stadium, Port Elizabeth,kemarin.

Adapun Argetina berada di posisi kedua setelah menaklukkan Nigeria 1-0 di Ellis Park, Johannesburg stadium. Pada laga pertama Grup B,Korsel sukses memetik kemenangan setelah mengalahkan Yunani 2-0 di Nelson Mandela Bay stadium,Port Elizabeth. Dua gol kemenangan tim berjuluk TaegeukWarriors itu dikemas bek Lee Jung-soo pada menit ketujuh dan Kapten Park Jisung menit ke-52. Sementara gol semata wayang kemenangan Argentina dicetak bek Gabriel Heinze ketika pertandingan baru berjalan enam menit. Pemain yang memperkuat Marseille ini sukses memaksimalkan sepak pojok gelandang Sebastian Juan Veron.

Korsel dan Argentina sama-sama mengoleksi tiga poin. Namun,Taegeuk Warriors unggul dalam produktivitas gol sehingga berhak merajai Grup B. Kemenangan Korsel menjadi sinyal bahwa tim asuhan Huh Jungmoo bisa mengulang kesuksesan seperti pada Piala Dunia 2002, ketika mereka menjadi tuan rumah. Ketika itu pada laga perdana Korsel berhasil mengandaskan Polandia 2-0 yang dibukukan Hwang Sun-hong dan Yoo Sang-chul. Bahkan Korsel mampu menorehkan prestasi tertinggi mencapai posisi keempat.Artinya,kemenangan atas Yunani tadi malam membuat peluang Korsel untuk mencapai target minimal lolos ke babak 16 besar terbuka lebar.

“Kami memulai turnamen dengan hasil yang sangat memuaskan. Pertandingan pertama memang selalu menyulitkan.Namun kami memulainya dengan performa dan hasil yang sangat baik,” ujar arsitek Korsel Huh Jung-moo seperti dikutip AFP. Jung-moomemandangkuncisukses Korsel juga terletak pada keberhasilan para pemain menjalankan instruksi pelatih,yaitu meminimalkan Yunani memperoleh kesempatan dan peluang lewat bola-bola mati. “Tak banyak pelanggaran yang dilakukan pemain di areal berbahaya. Semuanya nyaris sesuai instruksi,” ucap Jung-moo. Sebaliknya, bagi Yunani, kegagalan di babak awal ini membuat peluang untuk melaju ke babak 16 besar sangat berat. Apalagi tim asuhan Otto Rehhagel akan menghadapi dua tim tangguh lainnya, Argentina dan Nigeria.

Sekadar catatan, pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat,Yunani pernah dipermalukan Argentina dan Nigeria pada penyisihan di Grup D. Yunani menyerah 0-4 dari La Albiceleste––julukan Argentina–– melalui hat-trick Gabriel Batistuta dan satu gol Diego Maradona. Mereka juga dikalahkan Nigeria 0-2 melalui gol yang dibuat Finidi George dan Daniel Amokachi. Ini peringatan bagi The Hellas–– julukan Yunani––agar tampil lebih serius jika tak ingin mengulang kegagalan di Piala Dunia 1994.Ketika itu Yunani tersingkir di babak penyisihan grup dengan menelan tiga kekalahan dan kebobolan 10 gol tanpa balas. Rehhagel mencoba realistis dan tak patah semangat. “Kami masih memiliki kesempatan dan menambah kerja keras di lapangan.

Hasil yang cukup mengecewakan, tapi akan kami perbaiki di dua pertandingan berikutnya,” ujar pelatih yang dijuluki KingOtto itu. Dalam pertandingan yang berlangsung dalam tempo sedang, Korsel tampil lebih dominan. Defender Lee Jung-soo membobol gawang Yunani yang dikawal Alexander Tzorvas ketika pertandingan baru berjalan tujuh menit. Lee Jung-soo yang tak terkawal memaksimalkan umpan sepak pojok Yeom Ki-hun. Kapten Korsel Park Ji-sung melengkapi kemenangan Taegeuk Warriors pada menit ke-52.Setelah melewati hadangan dua pemain belakang Yunani, pemain yang membela Manchester United ini secara mudah menaklukkan Tzorvas.

Messi Belum Cetak Gol

Bagi Argentina, sukses meraih tiga poin di laga perdana membuka peluang untuk lolos ke babak 16 besar. Kemenangan atas Nigeria tadi malam sekaligus meneruskan catatan positif Argentina setiap bertemu Nigeria di putaran final Piala Dunia. Di dua pertemuan sebelumnya yang juga digelar pada laga pertama kedua tim di penyisihan grup masing-masing, Argentina unggul. Di Amerika Serikat 1994, tim Tango sukses mengalahkan Nigeria 2-1.Selang delapan tahun kemudian di Piala Dunia 2002, Tango kembali mempermalukan Elang Super 1-0. Di balik kemenangan Argentina, ada satu hal mengganjal yang masih dinantikan publik sepak bola Argentina.Apalagi kalau bukan performa Messi yang semalam terlihat masih gugup untuk memaksimalkan sejumlah peluang yang diperolehnya.

Empat striker terbaik yang diturunkan Argentina belum menunjukkan kelasnya. Lionel Messi, Carloz Tevez,Gonzalo Hi-guain, dan Diego Milito yang dikenal sebagai bomber berbahaya di kompetisi Eropa belum mampu mencetak gol. Padahal Messi bersama Barcelona menyandang predikat striker tersubur di Eropa musim ini dengan total koleksi 42 gol, 34 gol di Primera Liga dan 8 gol di ajang Liga Champions. Higuain yang memperkuat Real Madrid berada di bawah Messi dengan koleksi 29 gol musim ini, 27 gol di ajang Primera Liga dan 2 gol di Liga Champions. Adapun Tevez yang musim ini membela Manchester City membukukan 23 gol di kompetisi Primer League.Diego Milito yang masuk di babak kedua menggantikan Higuain mengoleksi 28 gol bersama Inter Milan,22 gol di Seri A dan 6 gol di ajang Liga Champions.

Keempatnya belum mampu menunjukkan kepiawaian mencetak gol di ajang Piala Dunia. Bahkan, Messi sejak 14 November 2009 belum mampu mencetak gol lagi bersama Argentina. Messi bukan tanpa peluang. Sedikitnya ia memiliki empat kesempatan emas untuk mencetak gol dan sudah berhadapan dengan kiper Nigeria Vincent Enyeama. Namun,tak ada satu pun yang bisa diubah menjadi gol. Jelas ini merupakan pekerjaan rumah yang besar bagi Diego Maradona untuk membuat racikan terbaik.Terutama agar para goleador- nya kembali subur. (mohamad taufik)

source

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...



About

Speak Your Mind

*