Hosting

Jean Paul Gaultier Incar Pasar Rusia


Berita Terpopuler Petiknews



RUSIA rupanya menjadi incaran baru bagi desainer bergelar enfant terrible Jean Paul Gaultier. Hal tersebut diperlihatkannya dengan mempertunjukkan koleksi haute couture, untuk pertama kalinya di Rusia, yang berlokasi di stasiun kereta api Moskow.

Dalam konferensi pers, seperti dilansir AFP, Gaultier mengatakan bahwa dirinya sangat berbahagia bisa melakukan fashion show di jalur kereta api di stasiun Kazansky, yang merupakan salah satu dari tiga stasiun utama Moskow.

”Saya selalu menganggap setiap koleksi yang saya buat adalah sebuah perjalanan dan melakukan pertunjukan di stasiun Kazansky adalah bagian dari perjalanan itu,” ujar Gaultier.

Lebih lanjut, Gaultier mengatakan bahwa fashion show yang dilakukannya di stasiun Kazansky merupakan salah satu mimpi yang berhasil diwujudkannya. ”Dulu, saya bermimpi untuk melakukan fashion show di Paris, di restoran TrainBleu,” ujar Gaultier, mengacu pada restoran kenamaan di stasiun kereta api Gare de Lyon. ”Dan mimpi itu berhasil saya wujudkan di Moskow,” sambungnya.

Pasar Rusia sebenarnya bukan merupakan ujung tombak bagi Gaultier ketika dia membuka butik pertamanya di Moskow pada 2005. Namun, lima tahun kemudian Gaultier harus mengubah pendapatnya mengenai hal tersebut. ”Rusia sudah berubah. Moskow berkembang dengan pesat dan kini menjadi salah satu pasar baru yang potensial bagi para pelaku mode, selain Asia dan Timur Tengah,” paparnya.

Tidak hanya itu, Gaultier juga berpendapat bahwa Rusia merupakan pasar yang unik. ”Di satu sisi, para konsumennya begitu muda, segar, dan antusias terhadap produk-produk baru. Di sisi lain, Rusia juga punya sisi kuno yang penuh tradisi serta sejarah. Itu yang membuat Rusia begitu unik,” kata Gaultier.

Rusia memang menjadi salah satu negara yang kini dibidik sebagai pasar oleh pelaku mode Eropa dan Amerika. Alasannya, sederhana saja, para konsumen Rusia yang baru melepaskan diri dari sistem sosialis kini sedang mencari identitas baru, termasuk dalam hal berbusana. Karenanya, tidak heran bila masyarakat Rusia seolah ”lapar” dan menyerap dengan cepat tren baru yang ditawarkan kota-kota mode utama dunia. Dengan kata lain, Rusia adalah ladang uang baru bagi para pelaku mode.

Pelaku mode lain yang juga mengincar pasar Rusia adalah Giorgio Armani, yang memulai ekspansi Rusianya dengan mendirikan gerai baru Oktober lalu, begitu juga dengan desainer Amerika Carolina Herrera. Seperti juga Armani, Herrera membuka butik pertamanya di Rusia di jantung Kota Moskow.

Kendati demikian, kedua desainer tersebut bisa dikatakan masih bertaruh terhadap pasar Rusia yang kini tengah melonjak naik. ”Sebenarnya, ini adalah pertaruhan. Riset pasar yang kami melakukan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan ekstrem terhadap pembelanjaan masyarakat Rusia, terutama untuk produk mewah. Yang bagus bagi kemajuan brand, namun tidak menutup kemungkinan hal itu hanya sementara,” ujar Herrera. ”Kami pun masih mengetes pasar dengan cara ini,” pungkas desainer berusia 70 tahun ini.
(Koran SI/Koran SI/tty)
source

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...



About

Speak Your Mind

*