
KABUL, KOMPAS.com — Sebuah bom rakitan menewaskan seorang tentara NATO di Afganistan selatan, demikian diumumkan aliansi pertahanan Atlantik Utara itu pada Kamis (17/6/2010).
Ini adalah kematian ketiga dalam sehari, pada saat jumlah korban tewas di kalangan pasukan asing di negara itu terus meningkat.
Tentara tersebut, yang kebangsaannya tidak diumumkan, tewas pada Rabu oleh bom rakitan (IED), senjata andalan bagi gerilyawan Taliban dalam upayanya mengusir pasukan Amerika Serikat dan sekutunya dari negara tersebut.
NATO, yang bersama dengan AS memiliki 142.000 tentara di Afganistan membantu pemerintah Hamid Karzai, telah mengumumkan kematian dua prajuritnya, Rabu, juga meninggal karena ledakan IED.
“Tiga korban tewas itu menambah jumlah korban menjadi 269 tentara asing yang tewas di Afganistan selama tahun ini, menurut perhitungan AFP,” kata laporan data laman jejaring independen icasualties.org.
Pada pekan lalu pasukan NATO mengalami banjir darah paling parah, ketika 30 tentara mereka tewas, termasuk empat prajurit AS, saat Taliban menembak jatuh sebuah helikopter di provinsi selatan, Helmand.
Meningkatnya jumlah korban ini menjadi berita yang tidak menyenangkan bagi Washington dan para sekutunya.
Presiden AS Barack Obama memerintahkan peningkatan jumlah tentara ke negara itu, yang akan menjadikan 150.000 prajurit sebagai jumlah tertinggi tahun ini, sebelum mereka ditarik mundur pada 2011.
kompas








