
PADA kenyataannya, anak-anak autis yang telah menjalani terapi tidak dapat langsung dimasukkan ke sekolah pada umumnya. Memang, ada sebagian anak autis yang dapat bersekolah di sekolah konvensional, namun tidak sedikit pula yang membutuhkan sekolah berkebutuhan khusus.
Maka itu, diperlukan gabungan antara terapi dan edukasi yang tepat sehingga anak-anak berkebutuhan khusus ini mampu untuk tumbuh dan belajar sesuai kemampuan dan keadaan mereka. Sistem pendidikan khusus dibentuk bagi anak berkebutuhan khusus lengkap dengan terapi, medis, dan edukasi yang memberi perubahan besar terhadap perkembangan mereka.
Yang menjadi permasalahan, sekolah untuk gangguan perilaku, seperti halnya autisme, masih jarang ditemukan. Menjawab kebutuhan tersebut, Klinik Anakku dan lembaga pendidikan khusus Kits4kids, mengembangkan sebuah terapi edukasi bagi anak dengan gangguan perilaku.
“Di Anakku Kits4Kids, anak diberi terapi dan pendidikan yang efektif seperti membangun komunikasi, kognisi, latihan, bahasa, sentuhan dan pijat, hingga terapi musik dan instrumen sesuai, dengan tingkatan usia dan kemampuan,” ujar pakar pendidikan anak, Prof Dr Eric Lim.
Program pendidikan kebutuhan khusus melibatkan afeksi, perilaku, dan kognisi anak. Hasilnya akan dievaluasi dalam waktu tertentu untuk melihat kemajuan anak.
(Koran SI/Koran SI/tty)
Lifestyle okezone








