
Para pendukung Les Bleus di kampung halaman pun merasa kesal melihat konflik yang terjadi didalam tubuh tim kesayangannya.
Hal ini konon disebabkan karena Anelka diusir pulang, ini disebabkan karena ia memaki pelatih Raymond Domenech.
Situasi memanas ketika di latihan, kapten Patrice Evra ribut dengan pelatih fisik Robert Duverne. Meski sudah dilerai oleh Domenech, hari itu sudah rusak. Evra dkk pun batal berlatih.
Puncaknya, Direktur Teknik Federasi Sepakbola Prancis (FFF) Jean-Louis Valentin memilih mundur karena menganggap insiden tidak mau berlatih itu sebagai insiden.
Tentu saja, kabar perihal konflik itu sudah sampai ke Tanah Air. Bila Presiden Prancis Nicolas Sarkozy turun tangan melalui menterinya, para fans Prancis memilih melontarkan kecaman.
“Mereka telah membentur dasar paling bawah. Mereka bermain jelek dan bertingkah seperti segerombolan berandalan. Apa lagi sih yang bisa mereka lakukan?” sungut Francois, seorang mahasiswa di Paris, kepada Reuters.
“Oh bisa lebih baik lagi kok. Kemarin mereka menolak berlatih untuk protes dikeluarkannya Anelka. Selasa besok mereka bisa menolak bermain menghadapi Afrika Selatan,” sahut Sebastien, rekan Francois.
Nasib Prancis memang sedang berada di ujung tanduk. Hasil seri dan kalah di dua laga pertama membuat ‘Si Ayam Jantan’ harus menang melawan Afsel sembari menunggu hasil laga Urugay kontra Meksiko pada saat bersamaan.
Meski masih punya peluang lolos, sebagian pendukung juara dunia 1998 itu sudah pesimistis duluan. Bagi mereka, Piala Dunia 2010 sudah berakhir dan Prancis bisa segera pulang.
“Piala Dunia telah usai. Yang terbaik, kirim mereka pulang dengan biaya sendiri, atau suruh mereka berjalan kaki. Cukup sudah dan saya berharap mereka dilarang bermain buat timnas sampai akhir karir mereka,” kata pemuda satu lagi, Alain.








