“Baiknya kita (Israel-Palestina) melakukan pembicaraan langsung mengenai masalah pemukiman ini secepatnya. Hal ini sudah tawarkan kepada Palestina,” ungkap Netanyahu dalam wawancara di sebuah acara televisi AS.
NEW YORK – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pihaknya bersedia untuk membicarakan masa depan pemukiman warga Israel di Yerusalem. Pembicaraan ini akan dilakukannya jika pihak Palestina bersedia untuk melakukan negosiasi langsung dengan Israel.
Dalam sebuah wawancara pada acara televisi di Amerika Serikat (AS), PM Netanyahu mengaku akan memperpanjang moratorium pembangunan pemukiman warga Yahudi di Tepi Barat. Sebelumnya batas waktu atas moratorium tersebut akan berakhir pada 10 September mendatang.
“Intinya kami siap untuk bernegosiasi dengan mereka (Palestina). Tetapi yang kami inginkan saat ini adalah Presiden Abbas untuk duduk bersama kami dan membicarakan perundingan final mengenai pemukiman dan tentunya perdamaian antara Israel dan Palestina,” tandas Netanyahu seperti dikutip Reuters, Kamis (8/7/2010).
Wawancara Netanyahu ini dilakukan sehari setelah pertemuannya dengan Presiden Barack Obama di Gedung Putih. Pada pertemuan tersebut Netanyahu berulang kali mendorong kembali dilakukannya perundingan damai dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Perundingan langsung antara Palestina dan Israel sebelumnya sudah terhenti sejak 2008 lalu. Sementara lewat utusan khusus AS untuk Timur Tengah George Mitchell, proses negosiasi selalu diupayakan untuk dilangsungkan kembali. Namun hingga saat ini, proses negosiasi hanya terus berlangsung dengan jalan perundingan tidak langsung.
Pihak Palestina hingga kini masih terus belum bersedia untuk melakukan negosiasi langsung, hingga Israel dapat memperjelas luasnya wilayah yang nantinya akan menjadi wilayah negara Palestina merdeka.
Hal ini termasuk kepastian Lembah Yordan yang menjadi perebutan, apakah lembah ini nantinya akan bebas dari pasukan Israel atau tidak.
[okezone]








