Thailand berencana mengerahkan “pasukan” yang terdiri atas 250.000 tawon di bagian timur-laut negeri itu, mulai Sabtu (17/7) esok, dalam upaya membebaskan diri dari kutu yang telah menggerogoti tanaman singkong di wilayah tersebut.
Kutu putih tersebut berasal dari Amerika Selatan, dan hanya memakan singkong. Pada 2009 hama tersebut merusak 20% tanaman singkong di Thailand. Hama itu juga telah menyerang Kamboja, Myanmar dan Vietnam.
Rod Lefroy, seorang ilmuwan pertanian di Pusat Internasional bagi Pertanian Tropis, mengatakan Thailand telah mengumpulkan “pasukan” tawon khusus yang dikenal sangat efektif dalam memusnahkan kutu putih.
“Para peneliti telah menguji-coba tawon tersebut terhadap hama asli di Thailand untuk melihat apakah tawon itu mempengaruhi ekologi alam, dan sejauh ini, hama tersebut tampaknya hanya memakan kutu putih,” kata Lefroy.
Sebanyak 5 juta petani di seluruh Asia Tenggara memasok singkong ke industri dalam negeri dan asing, yang mengubah akar tanaman itu jadi makanan hewan dan bahan bakar bio. Tepung kanji juga diambil untuk digunakan pada beragam makanan dan produk lain.
Thailand menguasai lebih dari 60% ekspor global umbi tanaman itu dan menghasilkan lebih dari US$1 miliar bagi petani Thailand setiap tahun.
[media indonesia]








