Sejak menjadi tersangka atas kasus video porno yang membelitnya, Cut Tari merasa dirinya dikucilkan dan dipandang negatif oleh masyarakat.
Sanksi sosial yang dirasakannya memang cukup berat. Terlebih lagi, ia harus menerima risiko kehilangan pekerjaan dan berhenti dari segala aktivitas keartisannya.
Namun, setelah meminta maaf di media, Cut Tari merasa lega karena bisa mencurahkan rasa bersalahnya. “Jangan pikir saya tidak merasa bersalah, atau saya ini merasa paling benar karena saya mengakui ini, saya tahu saya punya kesalahan dengan suami saya,” kata Cut Tari di kantor Hotman Paris, di bilangan Sudirman, 23 Juli 2010.
Baru-baru ini, Cut Tari juga sudah memberanikan diri untuk mengantar anak semata wayangnya ke sekolah.
“Terus terang waktu nganterin anak saya itu saya mikir, karena selama ini saya nggak pernah berani keluar rumah. Alhamdulillah tim penyidik membesarkan hati saya, karena mereka juga tahu saya takut keluar rumah, saya takut dengan pandangan orang,” ujar Cut Tari.
Teringat akan ucapan penyidik, akhirnya Cut Tari memberanikan diri untuk keluar rumah dan mengantar Sydney, putrinya ke sekolah.
“Saya mengantar Sydney karena memang dia pertama kali sekolah, saya ingin melihat dia sekolah. Alhamdulillah, pandangan semua orang, yang saya khawatirkan ternyata nggak seburuk itu, alhamdulillah semuanya berjalan baik,” ucapnya dengan nada sedih.
[vivanews]








