Mahasiswa Jurusan Mesin Universitas 10 November Surabaya, ITS, berhasil menciptakan mobil irit bahan bakar.
Mobil yang dinamai Sapu Angin 2 ini berhasil menjuarai Shell Eco Marathon Asia bulan Juli di sirkuit Sepang, Malaysia untuk kategori konsep urban dengan mesin pembakaran dalam.
Tim dari Universitas Nasional Singapura dengan menggunakan bahan bakar hidrogen menjadi juara kategori mobil berbahan bakar hidrogen, dengan jarak tempuh lebih dari 612 kilometer per liter.
Lomba diikuti 81 tim dari 10 negara di seluruh Asia.
Mobil Sapu Angin 2 dibuat dalam waktu satu tahun, mulai dari merancang hingga produksi sampai siap untuk mengikuti lomba di Malaysia.
Mobil ini sekarang hanya bisa dikendarai oleh satu orang karena para mahasiswa membuatnya untuk keperluan lomba yang lebih efektif jika hanya dikemudikan oleh satu orang.
[bbc indonesia]








