Delima, warga Tangerang, mengaku datang dan mengantre sejak pukul 09.00. Delima mengaku rela berdesakan karena ingin bersalaman dengan Presiden. “Saya ingin ketemu pak SBY. Karena katanya terbuka, saya sebagai rakyat mau ketemu,” kata Delima.
Hal yang sama dikatakan Yanti, warga Tanjung Priok, Jakarta Utara. Yanti mengaku meninggalkan rumah sejak subuh karena ingin bertemu Presiden. “Saya bela-belain sampai salat Id di Istiqlal,” kata Yanti.
Namun, beredar pula kabar warga rela berdesakan karena akan mendapatkan uang sebesar Rp 300 ribu. Informasi yang tak jelas asalnya itulah yang kemudian mendorong Rina ikut berdesakan di acara open house SBY. “Katanya dapat Rp 300 ribu,” kata Rina.
Hal yang sama juga dikatakan Ani, warga Tangerang. “Saya dapat kabar katanya dikasih Rp 300 ribu, makanya saya datang,” ujar Ani.
Namun kabar pembagian uang dibantah pihak Istana. Jurubicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha malah mempertanyakan kabar itu. “Keliru. Tidak ada pembagian duit. Itu kabar yang tidak bertanggung jawab. Dari mana ada kabar itu?” kata Julian yang menyesali informasi sesat itu.
[VIVAnews]









