Hosting

“Anak Saya Hilang di Bawah Reruntuhan Wasior” Ucap Seorang Korban Wasior


Berita Terpopuler Petiknews


Siang itu, Kamis 14 Oktober Abdul Mamiek menatap lekat gundukan batu besar dan batang pohon yang menimpa rumah-rumah di Teluk Wondama, Wasior, Papua Barat.

Mata pria 43 tahun itu basah. Ia masih yakin putra kesayangannya, Afdhalalul Ikhsan (21) berada di bawah timbunan itu, tapi entah di timbunan yang mana.

“Di sekitar situ anak saya terkubur,” kata Mamiek sembari tangannya gemetar menunjuk ke salah satu pohon besar. “Saya baru tahu lokasi itu setelah tanya pada warga sini.”

Sesaat kemudian, pertahanan emosi Abdul Mamiek pecah. Ia tak kuasa menahan tangis.

Diceritakan dia, Said — begitu ia memanggil putra sulungnya — baru tinggal dua bulan di Wasior. Di kota kecil itu, sang anak bekerja sebagai tukang cuci foto.

Lalu, kabar duka sampai ke telinga Mamiek. Wasior diterjang banjir bandang Senin 4 Oktober 2010. Saat itu ia berada di Makassar.
Panik, Mamiek berusaha mencari tahu nasib anaknya. Nahas, berita buruk yang didapat.

“Saya dapat kabar dia [Said] sedang tidur saat banjir itu datang. Sudah dibangunkan, tapi tidak sempat. Batu dan pohon besar itu menimpa rumah, tapi tidak ada yang tahu dia ke mana,” ucap Mamiek sambil memegangi foto Said.

Mamiek lalu memutuskan untuk pergi ke Wasior. Dengan kondisi transportasi yang terbatas, ia baru sampai Selasa 12 Oktober 2010 lalu. Tak lelah, ia berkeliling untuk mencari tahu kondisi anaknya, hidup atau mati.

Mamiek sudah pasrah kalau ia hanya bisa menemukan jasad Said. Ia terus meminta alat berat mencari sang anak di antara timbunan batu dan pohon besar.

Mamiek sempat harus menelan kekecewaan. Pencarian korban hilang dihentikan sementara saat Wasior bersiap menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 14 Oktober 2010.

Kata dia, “Ada yang bilang sedang diutamakan pembersihkan jalan karena presiden mau datang.”

Namun, Mamiek tidak akan menyerah. Ia akan terus mencari keberadaan ‘anaknya’ yang hilang. “Ada bantuan ataupun tidak.”

Dikonfirmasi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif mengatakan tidak ada penghentian sementara pencarian korban hilang.

Menurut Syamsul, pencarian sementara hanya dihentikan di lokasi yang dilewati Presiden SBY.

“[Penghentian sementara] itu kan hanya pada titik yang dilewati Presiden. Sedangkan ada 18 titik yang pelaksanaannya tetap jalan, dengan 40 alat berat,” ucap Syamsul yang ditemui di hotel tempat rombongan Presiden menginap di Manokwari, usai mengunjungi Wasior, 14 Oktober 2010.

[vivanews]

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...



About

Speak Your Mind

*