Hosting

Mer-C Tak Gentar Hadapi Veto Amerika Untuk Gugat Israel


Berita Terpopuler Petiknews


Gugatan itu dilayangkan pengacara dari lebih 40 negara terkait penyerangan pasukan Israel terhadap kapal misi kemanusiaan untuk masyarakat Gaza, Palestina, Mavi Marmara, pada akhir Mei lalu.

Organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) tidak gentar menghadapi veto Amerika Serikat, terkait usaha para pengacara internasional, termasuk dari Indonesia, untuk menggugat Israel.

“Sebelumnya pengacara kita, Pak Mahendradata, sudah hadir di Jenewa, Swiss di sidang PBB UNHRC, juga di Belanda. Yang baru hari ini di Doha, Qatar. Para pengacara berkumpul untuk menyusun strategi dan membicarakan perkembangan terbaru untuk menggugat Israel. Memang kemungkinan besar akan diveto Amerika di PBB, tapi kami tidak akan gentar,” ujar presidium Mer-C Joserizal Jurnalis saat berbincang denganokezone, Sabtu (23/10/2010).

Relawan Mer-C yang kerap mengikuti misi kemanusiaan di berbagai negara konflik itu menambahkan, ada target lain yang dituju para pengacara, yaitu menunjukkan kepada dunia, bahwa ada perlawanan dari komunitas internasional terhadap Israel.

“Yang penting ada public awarness. Publik enggak bisa diam menghadapi ulah Israel, harus terus bergerak,” tandas dokter ahli bedah tulang ini.

Para pengacara tersebut, kata Jose, bukan mewakili negara melainkan didorong kesadaran pribadi. Jose yakin gerakan ini setidaknya akan menujukkan kepada dunia bahwa masyarakat internasional tidak menyukai Israel.

“Ini kekuatan sipil bukan mewakili negara. Bukan tidak mustahil kekuatan sipil ini akan dapat berbicara banyak dan lebih dahsyat untuk Israel. Revolusi-revolusi besar di dunia ini juga lahir dari gerakan masyarakat sipil, bukan pemerintah,” tegasnya sambil mengatakan, gerakan para pengacara juga bertujuan untuk menggalang kekuatan internasional untuk membuka blokade Israel atas Gaza yang sudah berlangsung sejak 2007 itu.

Dalam serangan tersebut, dua relawan Indonesia mengalami luka tembak serius dan harus menjalani operasi di Israel dan Yordania.

Seperti diketahui, empat relawan Mer-C ikut dalam rombongan Freedom Flotila di Kapal Mavi Marmara saat armada AL Israel menyerang pada 31 Mei lalu. Selain empat relawan Mer-C, juga ikut lima relawan dari lembaga kemanusiaan Indonesia lainnya.

[okezone]

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...



About

Speak Your Mind

*