Hosting

Bongkar Makam Polisi Untuk Curi Kafannya


Berita Terpopuler Petiknews


jimat kain kafan

“Makam kakak saya ditunggui tujuh hari tujuh malam nonstop, dan dilanjutkan selama 41 hari dijaga pada malam hari. Namun, di hari ke-36 ternyata ada pencuri yang berusaha mengambil kain kafan pembungkus jenazah setelah penunggu datang terlambat,” kata Roni, Jumat (12/11/2010).

Makam seorang anggota kepolisian Briptu Isdiyanto di Taman Pemakaman Umum Kelurahan Kauman, Kota Blitar, dibongkar pencuri. Pelaku kemungkinan meyakini kain kafan Briptu Isdiyanto yang meninggal pada hari Selasa Kliwon sangat ampuh untuk jimat.

Untung saja, aksi pencurian kain kafan tersebut dipergoki anggota keluarga Briptu Isdiyanto yang memang rutin berjaga di pemakaman.

Menurut salah satu adik Briptu Isdiyanto, Roni, pencuri sudah berhasil menggali makam kakaknya sedalam 50 sentimeter. Maling nyeleneh tersebut menghentikan aksinya dan langsung kabur ketika tepergok.

Sejak awal, jelas Roni, keluarganya telah mengantisipasi mitos jenazah yang meninggal pada hari Selasa Kliwon maka kain kafannya bisa digunakan untuk jimat. Oleh karena itu, sejak jenazah dimakamkan, secara bergiliran anggota keluarga Briptu Isdiyanto berjaga di pemakaman.

Briptu Isdiyanto, menurut Roni, meninggal dunia karena sakit darah tinggi. Ia meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

“Keluarga sudah mengikhlaskan kepergian beliau, tetapi rupanya ada yang mencoba memanfaatkan kematiannya dengan akan mencuri kain kafannya,” tukas Roni yang dibantu anggota keluarga lain langsung menimbun kembali makam Briptu Isdiyanto.

Juru kunci makam TPU Kelurahan Kauman, Kota Blitar, Warni, mengatakan, aksi pencurian kain kafan jenazah yang meninggal pada hari Selasa Kliwon baru pertama kali terjadi di areal pemakaman tersebut. Biasanya, kain kafan itu digunakan pencuri untuk melakukan ritual mendapatkan jimat.

Sebelumnya, kuburan warga Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi juga dibongkar pencuri dan tali pocongnya berhasil dicuri. Para pencuri tali pocong itu sangat nekat karena membongkar kuburan Sapani, 70, warga setempat yang baru sehari dikuburkan, Agustus lalu. Pelaku mencuri semua (tiga buah) tali pocong yang mengikat mayat tersebut, yaitu di bagian atas kepala, badan, dan kaki.

“Biasanya jimat tersebut digunakan untuk mendukung aksi kejahatannya seperti mencuri, merampok dan sebagainya. Tapi, apakah itu benar atau tidak kami belum pernah mengetahui,” tutur Warni.

[tribunnews.com]

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...



About

Speak Your Mind

*