MOGADISHU, KOMPAS.com - Pasukan Somalia melepaskan tembakan saat membubarkan protes damai di Mogadishu, Selasa (15/2/2011), yang menyulut kontak tembak dengan pasukan lain pemerintah yang menewaskan tiga orang dan melukai 11.
Sejumlah pejabat dan saksi mengatakan, pawai yang diikuti ratusan orang yang diadakan oleh pihak berwenang setempat terganggu ketika pasukan melepaskan tembakan untuk membubarkan massa.
“Pemrotes berjalan dengan damai sejauh satu blok dari istana presiden ketika militer melepaskan tembakan dalam upaya membubarkan massa,” kata Mohamed Abshir, seorang aparat keamanan Somalia.
“Seorang warga sipil dan dua personel keamanan Somalia tewas dan sedikitnya 11 warga sipil terluka,” katanya. “Kami masih belum tahu mengapa pasukan keamanan berusaha membubarkan demonstrasi itu.”
Beberapa saksi mengatakan, ratusan orang, terutama wanita, berkumpul di depan teater nasional dekat istana presiden, tempat mereka menunggu pidato Perdana Menteri Mohamed Abdullahi Mohamed “Farmajo”.
Massa membawa spanduk-spanduk anti-kekerasan dan bunga untuk mendukung perdamaian, namun tiba-tiba terjadi tembak-menembak yang membuat orang berhamburan untuk mencari tempat berlindung.
Menurut sumber-sumber keamanan, ada ketidaksepahaman antara kelompok-kelompok yang bersaing di tubuh pasukan keamanan Somalia menyangkut demonstrasi itu, dan sejumlah pejabat tinggi ingin melarangnya.
Somalia dilanda pergolakan kekuasaan dan anarkisme sejak panglima-panglima perang menggulingkan diktator militer Mohamed Siad Barre pada 1991. Penculikan, kekerasan mematikan dan perompakan melanda negara tersebut.
Al-Shabaab dan kelompok gerilya garis keras lain ingin memberlakukan hukum sharia yang ketat di Somalia dan juga telah melakukan eksekusi-eksekusi, pelemparan batu dan amputasi di wilayah selatan dan tengah.
Nama Al-Shabaab mencuat setelah serangan mematikan di Kampala pada Juli lalu. Para pejabat AS mengatakan, kelompok Al-Shabaab bisa menimbulkan ancaman global yang lebih luas.
Al-Shabaab, kelompok muslim garis keras yang menguasai sebagian besar wilayah tengah dan tengah Somalia, mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Kampala, ibukota Uganda, pada 11 Juli yang menewaskan 76 orang.
Sumber: internasional.kompas.com








