
GOOGLE semakin menancapkan taringnya di industri dunia maya. Kali ini, penyedia search engine terbesar itu memproduksi majalah online berlabel Think Quarterly.Think Quarterly merupakan perpanjangan dari bulletin yang secara reguler dikirim ke para costumer bisnisnya.
Menariknya, Think Quarterly didesain sebagai majalah online, dalam artian yang sebenarnya.
Think Quarterly juga memiliki tampilan seperti layaknya majalah, lengkap dengan efek glossy di setiap halamannya, namun diterbitkan melalui laman online.
“Di Google, kami selalu berpikir bahwa kecepatan adalah ‘aplikasi pembunuh’ yang seringkali diabaikan. Padahal kecepatan merupakan bumbu yang membedakan sang juara dengan yang lain,” tutur managing director Matt Brittin pada Huffington Post, Kamis (24/3).
Brittin menambahkan, Think Quarterly merupakan ruang untuk bernapas lega di antara kesibukan dunia.
“Think Quarterly merupakan tempat untuk mengambl waktu sejenak dan memikirkan apa yang terjadi dan mengapa hal itu terjadi,” lanjutnya.
Edisi perdana Think Quarterly didedikasikan pada proses penggalian data yang dilakukan Google untuk memuaskan rasa haus akan informasi dari para penggunanya.Google meracik kombinasi interview, grafik, dan essay dengan penglihatan yang tajam dari segi teori, praktis, dan sejarah. Edisi berikutnya dijadwalkan untuk terbit di bulan Mei, Juli, dan Oktober
Pasca penerbitan Think Quarterly, akankah Google banting setir menjadi perusahaan media?
Nampaknya, iya. Dilihat dari matangnya rancangan Think Quarterly, memunculkan prediksi bahwa Google akan segera beralih arah menjadi perusahaan yang berorientasi di industri media.
Penasaran ingin melihat seperti apa majalah buatan Google? Silakan kunjungi www.thinkquarterly.co.uk.








