Hosting

Pancasila Harus Jadi Pil Penawar


Berita Terpopuler Petiknews


JAKARTA, KOMPAS.com – Gerakan Negara Islam Indonesia (NII) makin membuat cemas masyarakat karena konsep negara Islam yang dicita-citakan di dalam negara Indonesia. Untuk mempertahankan pemahaman yang benar tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila menjadi suatu yang dinilai penting saat ini. Saya kira kontraideologi melalui Pancasila ini bisa jadi obat penawarlah dari gerakan masif NII yang sekarang mencuat. — Wawan H Purwanto Pengamat intelijen Wawan H Purwanto mengatakan pendekatan yang dilakukan untuk meredam nilai-nilai penipuan ala NII tak bisa dilakukan dengan kekerasan. Gerakan NII harus dilawan pendekatan hukum dan kontraideologi, baik oleh keluarga, institusi pendidikan dan pemerintah. “Tapi yang terpenting adalah kontraideologi. Sekarang banyak orang malu mengakui Pancasila sebagai dasar negara. Itu katanya produk Orba, padahal Pancasila sudah ada sebelum Indonesia berdiri. Oleh karena itu, saya kira kontraideologi melalui Pancasila ini bisa jadi obat penawarlah dari gerakan masif NII yang sekarang mencuat. Tak perlu digebuk-gebuk. Ini tugas kita semua,” katanya dalam diskusi Polemik di Warung Daun Cikini, Sabtu (30/4/2011). Menurut Wawan, pemahaman Pancasila harus kembali digelorakan karena ini menjadi alat pemersatu bangsa dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Pendekatan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila juga harus dilakukan dengan lebih ‘soft’ supaya terbawa dalam perilaku dan pola pikir masyarakat. Direktur Eksekutif Moderate Muslim Society Zuhairi Misrawi mengatakan penanaman yang kuat tentang nilai-nilai UUD 1945 dan Pancasila bisa menjadi salah satu upaya deradikalisasi dalam masyarakat. “Saya kira ini tugas pemerintah untuk memberikan pemahaman UUD 1945 kepada seluruh warga negara terutama dalam usia yang sangat muda, sejak TK misalnya. Kegelisahan saya, di TK kan tak pernah kita dengar diajarkan Pancasila. Menanamkan nilai Pancasila harus sejak dini. Bagi kalangan mahasiswa, perdebatan tentang lahirnya Pancasila itu menjadi menarik. Jadi kita bisa mengerti proses-prosesnya. Radikalisme itu hasil kombinasi antara alienasi politik dan radikalisme agama yang ekstrim,” katanya. Selain itu, Misrawi juga mencatat radikalisasi agama juga muncul karena persoalan kemiskinan dan ketidakadilan. Oleh karena itu, pemerintah harus segera melakukan penataan dalam melayani masyarakat dan DPR harus juga mendukungnya. Langkah-langkah nyata dalam penyusunan RUU terkait jaminan sosial dapat menjadi salah satu upaya deradikalisasi.




Aleksandar Kolarov Hengkang Ke Fiorentina?


Berita Terpopuler Petiknews


Bek Manchester City Aleksandar Kolarov menjadi target incaran dari salah satu klub Serie A Italia, yaitu Fiorentina, seperti yang dikabarkan oleh talkSPORT . Pemain asal Serbia yang kini berusia 25 tahun tersebut tidak dapat menampilkan performa terbaiknya di City setelah diboyong dari Lazio dengan harga




Tempat Ciuman William & Kate Akan Diguyur Hujan


Berita Terpopuler Petiknews


Jakarta Pangeran William dan Kate Middleton akan berciuman di balkon Istana Buckingham dengan disaksikan banyak orang. Namun diramalkan, balkon tersebut akan diguyur hujan deras. Rencananya, setelah melangsungkan pernikahan di Gereja Westminster Abbey, Wills dan Kate akan diarak menggunakan kereta kuda menuju Istana Buckingham. Di tempat tersebut, mereka akan berciuman di depan warga Inggris. Sebelumnya, salah… [Continue Reading]




Kate, Gadis ‘Kelas Menengah’ Calon Ratu Masa Depan Inggris


Berita Terpopuler Petiknews


Jakarta Sebelum berpacaran dengan Pangeran William, tak banyak yang mengenal sosok Kate Middleton. Namun beberapa saat lagi, gadis ‘kelas menengah’ itu akan resmi menjadi pendamping pewaris Kerajaan Inggris. Catherine Elizabeth Middleton lahir di Royal Berkshire Hospital, Reading, pada 9 Januari 1982. Ia merupakan anak tertua dari 3 bersaudara pasangan Carole Elizabeth Middleton dan Michael Francis… [Continue Reading]




Hendropriyono: Tidak Benar NII KW 9 Dibekingi Intelijen


Berita Terpopuler Petiknews


Jakarta – Eks Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Hendropriyono menyangkal benar NII KW 9 dibekingi intelijen. Ia bilang, NII dahulu dianggap enteng karena tidak memakai kekerasan. “Tidak benar (dibekingi intelijen). Kita harusnya mengerti, kita sedang dalam panggung apa. Kita sekarang perang psikologi, perang memutarbalikkan fakta dan fitnah memfitnah,” kata Hendropriyono usai melawat di kediaman mendiang Theo Syafei, Jalan Raya Mabes Hankam T 65, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (29/4/2011). Dikatakan dia, gerakan NII tertutup dan disebut gerakan bawah tanah untuk menarik hati masyarakat, kemudian merebut pikirannya. Sesudah itu mewadahi dalam suatu organisasi dan baru melancarkan pemberontakan. “Itu memang konsep pasca Kartosoewirjo, hanya tidak terangkat ke permukaan. Dulu tidak begitu dianggap membahayakan, tetapi sekarang timbul gejolak di masyarakat karena adanya brainwashing dan lain-lain,” ujarnya. Menurut Hendro, suburnya gerakan NII terjadi karena sudah melupakan pembinaan teritorial. Apa ada pembiaran? “Pembiaran disengaja dan atau tidak disengaja karena kita sibuk dengan ancaman fisik berupa bom. Tetapi hal yang tidak fisik, yang sifatnya psikologis kurang mendapat perhatian,” kata Hendropriyono. “Bukan pembiaran tetapi prioritasnya adalah ancaman fisik, dulu kan ada bom Bali. Dulu kita anggap masyarakat cukup cerdas jika ada omongan yang aneh ah tidak dianggap tetap ternyata masyarakat belum cukup cerdas,” lanjut Hendro yang cukup dekat dengan Panji Gumilang, pimpinan Ponpes Al Zaytun, Indramayu, Jabar, ini. Untuk mengetahui peta NII, ada baiknya membaca pendapat peneliti Sidney Jones. Dia menuturkan, NII memiliki sejumlah faksi. “Tidak ada satu NII, ada banyak. Kalau di media ada berita anak-anak kena cuci otak, cari uang dan sebagainya, semua peristiwa itu dikaitkan ke KW 9 yang dipimpin Panji Gumilang. Kalau Pepi yang katanya direkrut oleh NII, tidak ada hubungan dengan KW 9,” kata Jones, Kamis (28/4). Menurut Sidney, NII KW 9 pimpinan Panji Gumilang alias Abu Toto tidak bergerak di bidang terorisme. “Abu Toto tidak dilihat sebagai teroris tetapi sebagai penipu besar. Dan memang ada yang didorong ke daerah-daerah untuk cari uang. Banyak kasus mahasiswa hilang justru karena KW 9 sedang kesulitan finansial dan mereka mencari uang terus menerus,” katanya. (aan/nrl) Tetap update informasi di manapun dengan




PT Duta Graha Indah Dukung Proses Hukum KPK Atas El Idris


Berita Terpopuler Petiknews


Jakarta – Manager Pemasaran PT Duta Graha Indah Muhammad El Idris ditangkap KPK terkait suap Kemenpora. Perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi ini tengah menyiapkan sejumlah langkah internal. Namun sepenuhnya PT Duta Graha Indah mendukung proses hukum. “Secara eksternal, kami akan mengikuti dan mendukung seluruh proses hukum yang berlangsung dengan lancar dan proporsional menghadapi situasi ini,” kata Sekretaris Perusahaan DGI Djohan Halim dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (29/4/2011). Dia menjelaskan, PT Duta Graha Indah tetap fokus menjaga kepentingan karyawan, baik yang tetap atau pun yang tidak tetap berjumlah 10 ribu orang dan tersebar di 11 kantor cabang di seluruh Indonesia. “Duta Graha pun berharap selama proses hukum ini berlangsung kiranya perusahaan tetap dapat beroperasi melewati masa-masa sulit ini,” imbuhnya. PT Duta Graha merupaka perusahaan konstruksi yang telah berdiri sejak 1982 dan telah membangun gedung dan proyek infrastruktur lainnya seperti Gedung Bursa Efek Indonesia, Grand Indonesia, Rumah Sakit Siloam Gleneagles, dan Gedung Amartha Pura. “Sebagai perusahaan publik kami akan berupaya penuh menjaga kepentingan pemegang saham publik perseroan yang berjumlah sekitar 2 ribu investor. Secara internal pihak manajemen akan melaporkan dan mempertanggungjawabkan seluruh kegiatan dan pencapaian perseroan pada rapat umum pemegang saham tahunan yang akan diadakan pada bulan Mei 2011,” tutur Djohan. KPK menangkap M El Idris (MEI), serta Sekretaris Menpora Wafid Muharam, dan seorang perantara Mirdo Rosalina Manulang di Kemenpora pada pekan lalu. KPK menyita cek Rp 3,2 miliar diduga sebagai uang suap untuk proyek pembangunan wisma atlet untuk Sea Games di Palembang. (ndr/nrl) Tetap update informasi di manapun dengan




PM China Bernyanyi "Ayo Mama" di Al-Azhar


Berita Terpopuler Petiknews


VIVAnews – Perdana Menteri China, Wen Jiabao, menyambangi Universitas al-Azhar, Jakarta, Jumat 29 April 2011. Di sana, Wen antusias berdendang lagu Indonesia favoritnya, “Ayo Mama,” bersama tim paduan suara kampus. “Saya menyanyikannya dari hati nurani saya,” ujar Wen. Diiringi belasan tim paduan suara al-Azhar, Wen menyanyikan lagu Ayo Mama versi bahasa mandarin. Lagu ini ternyata terkenal di China, terbukti dari banyaknya delegasi China yang juga ikut menyanyikan lagu ini bersama dengan Wen. Tim paduan suara kampus juga menyuguhkan musikalisasi puisi yang dibawakan dengan apik. Puisi yang mereka bawakan berjudul Satu Pagi di Kota Bai Di , karangan penyair terkenal China abad ke 7, Li Bai. Wen mengatakan terkesan dengan puisi yang dibacakan oleh tim paduan suara. “Puisi ini mengatakan bahwa kalau mau berhasil maka kita harus terus maju ke depan,” ujar Wen. Musikalisasi puisi digelar mengingat Wen sendiri merupakan seorang pecinta karya sastra. Dia juga kerap menggubah puisi, diantara puisi Wen yang terkenal berjudul ” Melihat ke Langit yang Berbintang “. Sebuah puisi yang mendorong pemuda untuk terus menggapai cita-cita. Wen tiba di Jakarta pada Kamis malam, 28 April 2011, dan akan kembali ke China pada Sabtu Sore, 30 April 2011. Pada kunjungan Wen, pemerintah China dan Indonesia akan menandatangani sejumlah perjanjian baru, yaitu kerjasama di bidang industri teknologi, pengajaran bahasa, pariwisata, perbankan, dan perkebunan kelapa sawit. Kunjungan Wen kali ini ke al-Azhar adalah sebagai bentuk kerja sama antara al-Azhar dengan universitas Fujian Normal University di China dalam program yang bernama Pusat Bahasa Mandarin. Dalam program ini, al-Azhar menerima lima dosen pengajar dari China untuk mengajar kelas bahasa mandarin selama beberapa tahun. Selain al-Azhar, terdapat lima universitas lainnya di Kalimantan, Makasar, Bandung, Malang dan Surabaya, yang menerima para pengajar dari China. Program ini, ujar Wen, adalah salah satu upaya untuk menyebarkan budaya mandarin kepada pemuda di Indonesia. “Saya harap melalui bahasa mandarin, akan ada lebih banyak lagi pemuda Indonesia yang mengenal perkembangan Tiongkok sekarang ini,” ujarnya. (eh) • VIVAnews




KPK: Rosa Bisa Dipindah ke Rumah Aman


Berita Terpopuler Petiknews


JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK akan mempertimbangkan untuk memindahkan Mindo Rosaline Manullang dari rumah tahanan negara Pondok Bambu ke rumah aman ( safe house ) dibawah perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK.




Menpora Dukung Agum Gumelar


Berita Terpopuler Petiknews


Keputusan FIFA melarang pencalonan empat kandidat, yaitu George Toisutta, Arifin Panigoro, Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie, yang sebelumnya telah dianulir oleh Komisi Banding sebelumnya disayangkan oleh banyak pihak termasuk Menpora, Andi Mallarangeng. Namun kepada JPNN , Andi Mallarangeng mengakui tetap mematuhi keputusan FIFA tersebut dan mendukung penuh setiap langkah yang diambil oleh Agum Gumelar dan Komite Normalisasi (KN) yang dikepalainya, demi kemajuan sepakbola nasional ke depannya. “Sejak awal saya berikan dukungan pada KN, asalkan yang terbaik sesuai dengan statuta FIFA. Jadi bagi saya itu sudah dukungan penuh juga bagi Pak Agum,” kata Andi. “Kalau saya pribadi sebenarnya juga kecewa dengan keputusan FIFA. Namun dalam hal ini pemerintah tidak akan ikut mengintervensi apapun kebijakan dari KN. Pemerintah hanya akan berikan rambu-rambu dan aturan saja.” Andi juga menegaskan bahwa keputusan FIFA menganulir nama-nama calon harus dihormati bersama, tetapi apabila ada pihak yang kurang puas dengan keputusan tersebut maka hendaknya mengambil langkah protes yang sesuai dengan ketentuan. Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter




Richard Latief, Broker Jago Lobi Bermodal Suara


Berita Terpopuler Petiknews


Jakarta – Richard Latief (54), broker yang terlibat pembobolan dana PT Elnusa Rp 111 miliar di Bank Mega memiliki jaringan luas ke sejumlah pejabat bank. Bakatnya dalam marketing yang hebat, membuatnya terkenal dan pandai melobi. “Karena saya terdidik di marketing, saya mudah mencari simpati orang,” kata Richard kepada sejumlah wartawan saat ditemui di ruang penyidik, Jakarta, Selasa (26/4/2011). Richard mengungkapkan, saat dirinya duduk di bangku SMA, sempat menjadi penyiar di sebuah stasiun radio di Padang, Sumatera Barat pada tahun 1975 silam. Pria kelahiran Padang, Sumatera Barat ini membiayai biaya sekolahnya dari usahanya ‘menjual’ suara. “Saya dulu penyiar radio dan pengisi iklan. Saya sekolah dengan biaya jual suara dan akhirnya bisa beli motor,” kata Richard Sehari-hari, suara Richard yang khas mengudara hingga didengar oleh pengusaha-pengusaha. Hingga suatu saat, sebuah tawaran menghampirinya untuk bekerja di sebuah perusahaan. “Waktu saya isi iklan, ada satu perusahaan Marisol Nusantara, distributor susu, senang sama saya,” katanya. Ia mengatakan, perusahaan tersebut kemudian menariknya untuk diposisikan di divisi marketing. Padahal, saat itu Richard masih mengenyam pendidikan SMA. “Belum ambil ijazah, ditarik ke Marisol sebagai promotional canvasser, promosi pakai mobil dan pengeras suara,” ujarnya. Tidak hampir satu tahun ia bekerja di situ, kesempatan lainnya datang. Kali ini, tawaran itu berasal dari PT Johnson and Johnson. “Nggak sampai setahun di Johnson and Johnson,” katanya. Tawaran sebagai marketing kembali datang. Kali ini, dari PT Bayer Agrochemical. “Di Bayer saya dua tahun,” katanya. Setelah itu, dia kemudian ditarik oleh PT Dipa Maskito. Di perusahaan inilah, Richard mendapatkan pengetahuan lebih tentang marketing. “Di situ saya disekolahkan, bukan cuma training perusahaan, tapi dikirim ke Singapore College. Di situ saya dididik bukan hanya sebagai marketing tapi diajari psikologi juga,” jelasnya. Ia melanjutkan, berawal dari pengalamannya sebagai marketing itulah, Richard akhirnya bisa mengenal pengusaha dan sejumlah pejabat bank. Berkat link-nya yang kuat ke sejumlah pengusaha dan pejabat bank inilah, Richard akhirnya menjadi seorang broker. “Saya nggak ingat siapa orang bank yang pertama kali saya kenal. Nggak banyak kenalan orang bank, relatif. Ada yang di cabang, ada yang bukan di cabang,” katanya. Richar mengaku tertarik menjadi seorang broker aagar bisa mendapat sampingan yang lebih. Dari usahanya menjadi broker itu, Richard mendapat keuntungan. “Namanya broker, cuma cari lebihan. Ada setengah persen, satu persen. Kalau kita minta gede-gede, namanya orang gila,” katanya sambil tersenyum. Ia sendiri membantah telah membobol dana PT Elnusa. Menurutnya, dirinya hanya penghubung antara para pemangku kepentingan. “Itu bukan membobol, saya hanya kenalkan pengusaha dengan banker, mekanismenya ya mereka yang atur,” katanya. Ia mengaku, dirinya tidak memiliki keahlian dalam dunia perbankan. Richard bahkan hanya tamatan SMA. “Nol (ilmu perbankan) jauhlah. Karena saya rasa, saya suara bagus, orang senang, terus senang dan ditarik. Saya bukan konsultan dan bukan ahli perbankan,” katanya. Selain terlibat pembobolan dana PT Elnusa, Richard juga pernah terlibat pembobolan dana Pemerintah Kabupaten Aceh senilai Rp 220 miliar di Bank Mandiri Cabang Jelambar, Jakarta Barat pada 2009 lalu. (mei/mad) Tetap update informasi di manapun dengan