VIVAnews – Teror atas polisi di Afganistan hari ini kembali terjadi. Seorang kepala polisi di provinsi Kandahar tewas setelah markasnya disambangi pengembom bunuh diri, Jumat siang waktu setempat.
Menurut Kementrian Dalam Negeri Afganistan, seperti dikutip stasiun berita CNN, kepala polisi Kandahar bernama Khan Mohammad Mujahed dan dua anak buahnya tewas. Milisi Taliban mengaku bertanggungjawab atas pengeboman di Kandahar, nama provinsi dan kota terbesar kedua di Afganistan. Taliban menilai insiden itu sebagai “serangan jihad.”
Juru bicara Kementrian Dalam Negeri, Zamarai Bashari – seperti dikutip harian The Los Angeles Times – mengungkapkan seorang pengebom berhasil menyusup ke markas polisi Kandahar. Dia lantas meledakkan diri di dekat kepala polisi dan sejumlah anak buahnya.
Kandahar merupakan basis dan asal mula milisi Taliban, yang mensponsori jaringan teroris al-Qaida. Wilayah itu merupakan salah satu medan tempur antara Taliban dengan pasukan internasional pimpinan NATO dan Amerika Serikat.








