Jakarta -
Tidak gampang mencari hubungan Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah (NII KW) 9 dengan Pesantren Al Zaytun Indramayu yang dipimpin Panji Gumilang. Seorang mantan lurah NII KW 9 mengaku, organisasi mereka didesain agar pucuk pimpinan tidak tersentuh.
“Saya pernah bertemu dengan Panji Gumilang sebanyak dua kali di Pondok Pesantren Al Zaytun. Tetapi saya tidak pernah bertemu dengan pejabat yang mengaku dari NII KW 9. Sangat sulit bertemu dan sangat eklusif,” ungkap J, mantan lurah NII yang pernah aktif selama 5 tahun dalam obrolan dengan detikcom, Selasa (3/5/2011).
J mengatakan NII KW 9 dirancang sebagai gerakan bawah tanah. Gerakan mereka sangat tertutup dan dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Kader di lapangan dibuat nyaris tidak berhubungan dengan para pemimpin mereka.
“Gerakan mereka bawah tanah. Sangat sulit mencari hubungan Panji Gumilang dan NII KW 9 walaupun sebetulnya NII ya Panji Gumilang itu,” jelas J.
J pesimis jika pemerintah akan mampu menghapus dan menghilangkan doktrin NII KW 9 di Indonesia. Perlu langkah serius yang harus dilakukan pemerintah.
“Pak Hendropriyono yang bekas orang intelijen, yang saat bertugas aktif sering bertemu dengan Panji Gumilang, dia saja mental. Apalagi polisi biasa. Apalagi pejabat biasa tidak bisa membelokkan tujuan NII sebetulnya,” kata dia.
Selain itu, Panji Gumilang dikenal dekat dengan beberapa pejabat. Buktinya di Ponpes Al Zaytun, sejumlah nama tokoh nasional menjadi nama bangunan di sana, misalnya gedung Soekarno dan Soekarno.
“Ditulisi ‘Orang-orang Beriman Membangun Masjid Rahmatan Lil Alamin’,” kata J.
J menyebutkan, doktrin mereka sangat kuat di dalam Al Zaytun. Semua yang aktif di ponpes, menurut J adalah bagian dari NII KW 9.
“Kuli bangunan dan tukang sapu saja disana juga pengikut dan sudah dibai’at NII. Sehingga tidak sembarang orang bisa keluar masuk pondok seenaknya. Termasuk guru dan dosen yang ada di situ. Mereka sudah dibaiat,” kata J.
Untuk publikasinya, menurut J, anggota NII KW 9 membantu menyebarluaskan majalah Tokoh Indonesia. Majalah ini banyak memuat profil Al Zaytun dan Panji Gumilang.
“Dua media yang terkenal dari NII adalah majalah Tokoh Indonesia. Yang disuruh mengedarkan adalah jamaah dan pengikutnya se-Indonesia,” jelas J.
(fay/fay)
Tetap update informasi di manapun dengan
Sumber : “http://www.detiknews.com/read/2011/05/03/112015/1631116/10/memang-sulit-kaitkan-nii-kw-9-dengan-panji-gumilang”








