Hosting

Foto Jasad Osama Ternyata Palsu


Berita Terpopuler Petiknews


VIVAnews – Foto yang disinyalir merupakan jasad Osama bin Laden yang tewas di tangan pasukan khusus AS diduga adalah foto palsu. Foto ini disebut dibuat dengan teknologi rekayasa gambar dengan software Photoshop. Dilansir dari laman The Telegraph , Selasa, 2 Mei 2011, foto jasad Osama dipastikan diambil dari salah satu foto dia sebelumnya. Hal ini berhasil diketahui berkat kecermatan wartawan Telegraph, Conrad Quilty-Harper, dan seorang pengguna di laman berbagi foto Redditpics . Luka-luka yang terdapat dari foto tersebut, diduga diambil dari foto seorang korban ledakan, yang tidak disebutkan identitasnya. Kedua foto ini, Osama dan korban bom, digabungkan sedemikian rupa dengan Photoshop menjadi satu gambar utuh yang menampilkan jasad Osama yang babak belur. Hal ini bagi seorang yang lihai menggunakan photoshop sangat mudah dilakukan. Harper bahkan mengatakan dapat membuatnya sendiri dalam waktu kurang dari setengah jam. Foto ini pertama kali beredar di stasiun televisi Express TV di Pakistan, kemudian disalin oleh laman berita Associated Press . Tidak jelas siapa yang mengambil foto tersebut, namun dikatakan bahwa foto itu adalah foto jasad Osama bin Laden yang tewas di tangan pasukan khusus AS. Pemerintah AS sendiri belum mengeluarkan foto resmi jasad Osama. Kesempatan untuk mengambil fotonya sepertinya sudah tidak ada, mengingat Osama telah dilarung di laut oleh tentara AS. • VIVAnews




Pepi Fernando Bisnis Batu Giok di Aceh


Berita Terpopuler Petiknews


JAKARTA, KOMPAS.com — Pepi Fernando, tersangka dalang teror bom buku dan bom Serpong, diketahui bukan hanya bekerja di media, melainkan juga memiliki bisnis batu giok di Aceh. Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar, Pepi diketahui bolak-balik Jakarta-Aceh tiga tahun belakangan terkait bisnis tersebut. “Pepi punya usaha batu giok bersama F,” kata Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/4/2011). F merupakan salah satu rekan Pepi yang ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus 88 bersama unsur pimpinan jaringan tersebut yang berinisial J dan juga Pepi. Ketiganya ditangkap pada 21 April lalu saat berada di Aceh untuk urusan bisnis. Polri masih menelusuri apakah hasil dari bisnis itu juga dipakai untuk mendanai perakitan bom yang dilakukan kelompok tersebut. Sejauh ini, menurut pengakuan mereka dalam pemeriksaan, dana merakit bom berasal dari dana patungan. “Masih kami telusuri apakah P bolak-balik Aceh untuk bisnis saja atau dalam rangka kegiatan lain di luar itu,” ujarnya. Sebelumnya diberitakan, Pepi merupakan salah satu kru dalam pembuatan film dokumenter tsunami Aceh. Ia juga beberapa kali membuat program acara televisi beberapa tahun lalu. Ia bahkan sempat membuat sebuah rumah produksi untuk acara televisi. Pepi dikabarkan memang cukup mengenal orang dan kegiatan di lingkungan media. Kegiatan Pepi juga ditelusuri Polri melalui keterangan istrinya, D, dan mertuanya yang dikabarkan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri hari ini.




Siaga 1 Nasional Saat Paskah Dikritik


Berita Terpopuler Petiknews


JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin mengkritik keputusan pemerintah yang memerintahkan TNI dan Polri pada posisi siaga I selama Paskah yang dimulai pada Kamis-Minggu, 21-24 April 2011. Keputusan yang diambil menyusul ditemukannya bom tak jauh dari Gereja Christ Cathedral Gading Serpong dinilai tidak tepat dan berlebihan. “Saya setuju siaga 1, tetapi di Jakarta saja. Tidak perlu seluruh Indonesia. Kondisi di Halmahera tenang-tenang saja, ngapain (prajurit) siaga 1,” kata Hasanuddin kepada para wartawan di Jakarta, Minggu (24/4/2011). Hasanuddin menjelaskan, siaga 1 adalah status tertinggi terkait kesiapan aparat keamanan dalam mengamankan negara. Ketika pemerintah mengeluarkan perintah siaga 1, seluruh prajurit TNI dan Polri harus berada pada posisi stand by di markas masing-masing, lengkap dengan perlengkapan senjata, amunisi, kendaraan, bekal logistik selama tujuh hari, dan lainnya. TB Hasanuddin, yang juga politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini, juga mengatakan, siaga 1 tingkat nasional umumnya disiapkan untuk menghadapi ancaman dari luar negeri, huru-hara atau bencana alam tingkat nasional, atau adanya ancaman pemberontakan atau kudeta. Perintah ini, kata Hasanuddin, dapat memengaruhi arus investasi yang masuk ke Indonesia. Investor dikhawatirkan takut berinvestasi di Indonesia. Siaga 1 nasional juga berkaitan dengan biaya yang tak sedikit. Terkait hal ini, Hasanuddin berharap, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus memberikan penjelasan kepada publik. “Adakah Presiden memang memprediksi atau memperkirakan akan ada sesuatu dalam skala nasional? Presiden harus menjelaskannya kepada publik. Rakyat harus tahu tentang apa yang terjadi di Republik ini,” kata Hasanuddin. Pengumuman siaga 1 selama Paskah disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto seusai mengikuti rapat kabinet terbatas bidang keamanan yang dipimpin Presiden di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis. Pada saat mengumumkan hal tersebut, Djoko didampingi Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo. Djoko mengatakan, siaga 1 diberlakukan pada hari peringatan keagamaan. “Itu sudah otomatis. Tidak akan ada lagi perintah bersiaga,” kata Djoko.




Densus 88 Ringkus Juru Kamera Global TV


Berita Terpopuler Petiknews


JAKARTA, KOMPAS.com – Detasemen Khusus 88 Mabes Polri pada Jumat (22/4/2011) meringkus orang ke-20 yang diduga terlibat teroris bom buku di berbagai tempat dan bom di dekat Gereja Christ Cathedral Serpong, Tangerang. Lelaki yang diringkus itu berinisial IF, dan disebutkan sebagai juru kamera di studio Global TV . Hingga kini, pihak Global TV belum bisa memastikan karyawannya ikut ditangkap Densus Antiteror 88 ini. Pihak Global TV segera memastikan kabar tersebut dengan mengkonfirmasi pihak Mabes Polri. Direktur Pemberitaan Global TV, Arya Mahendra Sinulingga, mengaku telah menghubungi polisi untuk memastikan kebenaran kabar yang didapat pihak redaksi Global TV, Jmat sore. “Dari nama cocok. Selain itu, kami sudah cek ke keluarganya dan mereka tidak tahu keberadaan yang bersangkutan. Hari ini dia juga tidak bekerja,” ujar Arya Mahendra Sinulinggi di Jakarta, Jumat (22/4/2011) malam. Arya menegaskan lagi, “Secara nama memang cocok. Tapi kami akan cek secara fisik. Malam ini juga kami akan ke Mabes untuk melihat langsung yang bersangkutan.” Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian Umum Penerangan Mabes Polri, Komisaris Besar Boy Rafli Amar tidak menjawab pesan singkat dari Tribunnews.com. Namun, Arya mengaku sudah mendapat jawaban dari Boy Rafli. “Iya, Pak Boy membenarkannya,” ungkap Arya. (Abdul Qodir)




Digelandang ke KPK, WM Bawa Kitab Suci


Berita Terpopuler Petiknews


JAKARTA, KOMPAS.com – Pejabat Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga berinisial WM yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (21/4/2011), digelandang ke gedung KPK Jakarta sekitar pukul 23.00. Dikawal sejumlah penyidik, MW akan menjalani pemeriksaan. Saat tiba di kantor KPK, WM tidak berkomentar. Ia hanya menunduk menghindari sorotan kamera wartawan. Ketika memasuki gedung KPK, WM juga tampak membawa kitab suci dan kain serupa sorban. Ia ditangkap sekitar pukul 19.00 di kantor Kemenegpora, Senayan, Jakarta. Menurut sumber Kompas.com , ditemukan tiga lembar cek senilai Rp 2 miliar bersamaan dengan penangkapan WM. WM ditangkap bersama dua orang dari kalangan pengusaha berinisial R dan MIU. R dan MIU berasal dari perusahaan berbeda. Ketiganya, menurut sumber Kompas.com, terlibat dugaan korupsi pembangunan wisma atlet untuk Sea Games ke-26 di Palembang, Sumatera Selatan. Diketahui, Kementerian Pemuda dan Olahraga tengah membangun gedung wisma atlet sebagai salah satu persyaratan tuan rumah Sea Games. Dana pembangunan wisma atlet dengan 1.000 unit kamar tersebut mencapai kurang lebih Rp 200 miliar. Wisma Atlet yang luas tiap unit kamarnya 5 x 9 meter persegi itu dibangun PT Duta Graha Indah. Pada akhir Maret, pembangunannya mencapai 30 persen.




PBB Belum Bisa Sikapi Krisis Yaman


Berita Terpopuler Petiknews


VIVAnews – Para anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) belum berhasil bersepakat menanggapi krisis politik berdarah di Yaman. Kekerasan di negara itu pun terus berlangsung, dimana sedikitnya tiga orang tewas akibat tembakan pasukan keamanan. Menurut stasiun berita CNN , dalam sidang pertama Dewan Keamanan PBB yang membahas situasi Yaman di New York, Selasa malam waktu setempat (Rabu pagi WIB), Yaman, Jerman dan Lebanon mengusulkan seruan bersama agar pihak-pihak yang berkepentingan segera menghentikan kekerasan dan mulai berdialog. Muncul usulan agar Dewan Kerjasama Negara-negara Teluk bisa dilibatkan sebagai mediator.




VIDEO: Sekop Multifungsi Ala Militer China


Berita Terpopuler Petiknews


VIVAnews – Jika biasanya tentara menggunakan pisau lipat khusus sebagai alat serbaguna ketika berada di lapangan, hal itu ternyata tidak berlaku bagi tentara Negari Tirai Bambu, China. Tentara dari negara yang memiliki anggaran pertahanan terbesar kedua di dunia ini memilih menggunakan sebuah sekop sebagai alat serbaguna pengganti Swiss-army knife . Selain sebagai alat standar yaitu menggali tanah, tentara China mampu menggunakan sekop sebagai alat untuk memotong buah bahkan merajang bahan makanan. Kemampuan sekop ini bisa dilakukan karena sisi dari sekop telah ditajamkan. Sekop yang dirancang khusus ini juga memiliki fungsi untuk memotong kabel bahkan kawat ukuran tebal sekalipun. Tentara China sangat terlatih juga menggunakan sekop untuk memotong besi, kayu, dan batang pohon. Tidak salah juga jika selama ini China terkenal memiliki sejumlah petarung tangguh yang pandai bertarung. Sebab, tentara China biasa menggunakan sekop untuk mengaitkan tali, sehingga bisa memanjat sebuah tembok. Mau lihat apa lagi kegunaan multifungsi dari sekop ini di tangan tentara China, klik video di sini. (art) • VIVAnews




Jumhur: Adira Penuhi Klaim Asuransi TKI


Berita Terpopuler Petiknews


JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan asuransi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) PT Adira Dinamika menyelesaikan pembayaran klaim asuransi bagi dua TKI, Armayeh binti Sayuri (24) dan Aan Darwati binti Odin Encuip. Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat mengungkapkan, Adira telah membayar klaim asuransi Armayeh sebesar Rp 140 juta. Jumlah itu terdiri dari santunan asuransi cacat tetap Rp 40 juta bagi korban dan untuk bantuan biaya pendampingan hukum Rp 100 juta. Armayeh adalah TKI asal Kuala Mandar, Pontianak, Kalimantan Barat, yang mengalami penyiksaan oleh majikannya di Madinah, Arab Saudi, pada 26 Januari 2011. Adapun Aan Darwati, TKI asal Mekarwangi, Lemahsugih, Majalengka, Jawa Barat, diduga sebagai korban pembunuhan. Aan Darwati ditemukan meninggal di toilet rumah majikannya di Kota Mekah, Arab Saudi. “Pembayaran uang asuransi untuk Armayeh diserahkan pihak Adira yang diwakili Auralusia Rianadiana kepada Direktur Perlindungan dan Advokasi untuk Kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Eropa BNP2TKI Saiful Idhom,” kata Jumhur di Jakarta, Senin (18/4/2011). Sementara pembayaran untuk Aan Darwati, menurut Jumhur, akan dipenuhi pada Kamis (21/4/2011).




Bebas, 316 WNI Segera Dipulangkan


Berita Terpopuler Petiknews


TANGERANG, KOMPAS.com – Sebanyak 316 warga negara Indonesia yang berstatus tahanan di Arab Saudi akan segera dibebaskan. Pembebasan ratusan WNI ini merupakan hasil negosiasi Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Pemerintah Arab Saudi. Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mengatakan, dalam hitungan minggu, para WNI yang 99 persen diantaranya berstatus tenaga kerja Indonesia (TKI) itu akan kembali ke Tanah Air. “Mereka (sebelumnya) akan melakukan satu sidang umum, khusus ketok palu untuk menyatakan dibebaskan, secara bersamaan,” kata Patrialis dalam jumpa pers seusai mendarat dari Arab Saudi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (18/4/2011). Selanjutnya, kata Patrialis, pemerintah akan mengupayakan pembebasan 23 WNI tahanan lainnya yang mendapat vonis mati. Pembebasan terhadap tahanan yang mendapat vonis mati tersebut tidak serta-merta dapat dilakukan. Pemerintah Arab Saudi, menurut Patrialis, tidak berwenang membebaskan terpidana mati yang belum mendapatkan maaf dari keluarga korbannya. “Tetapi pemerintah Arab Saudi membantu melalui lembaga pemaafan dibawah gubernur-gubernur,” katanya. Terpidana yang belum mendapatkan maaf berjumlah 21 orang. Adapun 2 orang lainnya yang telah mendapatkan maaf, lanjut Patrialis, masih akan dikaji proses pembebasannya. Patrialis juga mengatakan, Kementerian Hukum dan HAM akan menurunkan tim untuk mengawasi pembebasan proses pembebasan para WNI tersebut. “Tim akan turun, check and rechek 12 provinsi ini. Tim akan turun dipimpin duta besar,” ujarnya. Pertemuan pemerintah Indonesia yang diwakili Menteri Hukum dan HAM, Patrliasi Akbar dengan pemerintah Arab Saudi yang diwakili Menteri Kehakiman Muhammad bin Abdul Karim Al Isya, Wakil Ketua Komisi Hak Asasi Manusia Arab Saudi, Zaid bin Abdul Muhsin Al Husain dan pejabat setingkat Menteri Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi Ahmed M al Salem di Riyadh, pada Rabu (13/4/2011) lalu. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menyampaikan permohonan agar 23 WNI yang divonis mati mendapat pengampunan dan agar 300-an WNI yang ditahan mendapat pembebasan. Ketika disinggung soal Darsem binti Daud Tawar TKI asal Subang, Jawa Barat, Patrialis mengatakan bahwa pihaknya tidak membicarakan perihal Darsem. Darsem adalah TKI asal Subang yang divonis mati Pengadilan Negeri Riyadh karena membunuh majikannya. Namun, berkat bantuan pihak Lajnah Islah (Komisi Jasa Baik untuk Perdamaian dan Pemberian Maaf) Riyadh dan juga pejabat gubernur Riyadh, ia mendapat pemaafan. Akan tetapi ahli waris korban yang memberi maaf Darsem meminta uang kompensasi sebesar 2 juta riyal atau Rp 4,7 miliar.




Darah Tiga Warga Cirebon Diperiksa


Berita Terpopuler Petiknews


BANDUNG, KOMPAS.com — Penyidik kepolisian telah melakukan tes darah terhadap tiga orang warga Cirebon yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya setelah melihat tayangan pria yang diduga pelaku bom bunuh diri di Masjid Mapolresta Cirebon melalui televisi, Jumat (15/4/2011). “Ada tiga orang yang datang ke Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Cirebon dan melaporkan kehilangan anggota keluarganya dan ingin mencocokkan dengan foto pelaku. Mereka sudah dilakukan tes darah sebagai pembanding untuk mencocokkan DNA,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Agus Rianto di Mapolresta Cirebon, Jumat malam. Pengambilan darah ketiga pelapor warga Kota Cirebon itu dilakukan sekitar pukul 22.00 WIB. Meski demikian, kata Agus, belum bisa dipastikan apakah pria yang diduga pelaku peledakan itu adalah anggota keluarga mereka atau bukan karena masih harus dicocokkan dengan hasil pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan oleh tim identifikasi Mabes Polri. “Belum bisa dipastikan apakah yang diduga pelaku yang tewas itu keluarga mereka atau bukan, masih harus dibuktikan. Terlebih foto yang dilihat di tayangan TV belum jelas karena kondisinya setelah terkena ledakan,” kata Agus Rianto. Sementara itu, jenazah pria yang tewas dan diduga pelaku tunggal bom bunuh diri di masjid kompleks kantor polisi di Kota Cirebon itu telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta. Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah melakukan identifikasi terhadap jenazah pelaku bom bunuh diri tersebut. Terkait penanganan kasus bom bunuh diri di Masjid Mapolresta Cirebon itu, menurut Agus, dilakukan bersama oleh Densus 88 Mabes Polri, Polda Jabar, dan Mapolresta Cirebon. Namun, sejauh ini polisi belum mendapatkan identitas dari pelaku yang dalam aksi bom bunuh dirinya itu menggunakan jaket dan celana berwarna hitam. Selain itu, ciri lainnya adalah pelaku berkulit putih, berambut ikal dengan tinggi sekitar 170 sentimeter, dan diperkirakan berusia sekitar 25 tahun. “Tidak diketemukan identitas apa pun dari pria yang diperkirakan sebagai pelaku bom bunuh diri itu, polisi masih melakukan pengembangan,” kata juru bicara Polda Jabar itu.